ADVOKASI DAN BIMBINGAN PRANIKAH TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI BAGI CALON PENGANTIN

Susanti Susanti, Mega Octamelia, Yogho Prastyo

Abstract


Konseling pranikah adalah layanan pemberian bantuan yang dapat diberikan kepada individu sebelum melangsungkan pernikahan. Konseling pranikah dalam masalah kesehatan dan seks mendiskusikan mengenai fisiologi reproduksi manusia, perencanaan keluarga serta nilai – nilai emosional penting dalam berhubungan seksual. Aspek medis seringkali diabaikan dalam perencanaan pernikahan. Padahal pemeriksaan kesehatan pranikah diperlukan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Tujuan dari kegiatan bimbingan pranikah tentang kesehatan reproduksi adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada calon pengantin tentang kesehatan reproduksi dan ruang lingkupnya. Upaya edukasi atau pemberian infomasi mengenai kesehatan reproduksi dilakukan melalui bimbingan dengan metode edukatif yang dapat memberikan gambaran umum dan spesifik mengenai kesehatan reproduksi, mempersiapkan  calon pengantin dalam melaksanakan kehidupan rumah tangga yang sehat dan sejahtera. Kegiatan bimbingan dan edukasi diberikan dengan metode ceramah tanya jawab (CTJ) dengan materi seputar kesehatan reproduksi dan ruang lingkupnya selama 2 jam. Materi disampaikan menggunakan media powerpoint presentasi yang mencakup materi konsep kesehatan reproduksi, ruang lingkup kespro, kekerasan dalam rumah tangga, kehamilan, persalinan, nifas dan menyusui, Keluarga Berencana, Infertilitas, dan Penyakit Menular Seksual. Penyampaian materi kesehatan reproduksi diberikan kepada 22 orang calon pengantin dengan memberikan edukasi dan bimbingan pranikah tentang kesehatan reproduksi dapat diterima dengan baik oleh peserta bimbingan.


Keywords


bimbingan pranikah; kesehatan reproduksi

Full Text:

PDF

References


Ermalena. (2017). Indikator Kesehatan SDGs di Indonesia. Depkes RI. Jakarta.

Manuhuruk, R V. (2012). Persepsi Tentang Konseling Pranikah pada Mahasiswa Tingkat Akhir. http//:lib.ui.ac.id/file?file=digital/20301746S42032Valentina%2520ROSA%2520Manihuruk.pdf.

Susanti, dkk. (2015). Analisis Kebutuhan Konseling Pranikah Tentang Kesehatan Reproduksi Di Kota Tarakan. Jurnal Bortical. Tarakan.

Widyastuti, Y, dkk.(2011). Kesehatan Reproduksi, Fitramaya. Yogyakarta.

Zulaikha, O.(2013). Bimbingan Konseling Pranikah bagi Calon Pengantin di BP4 KUA Kecamatan Mranggen (Studi Analisis Bimbingan Konseling Perkawinan). http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/1893.

Dita. R H. (2016). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Kesiapan Menikah Pada Calon Pengantin Di Kua Umbulharjo Yogyakarta Tahun 2016.

Amalia, R. Siswantara, P. (2018). Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Pada Calon Pengantin Di Puskesmas Pucang Sewu Surabaya. Jurnal Biometri dan Kependudukan. https://e-journal.unair.ac.id/JBK/article/view/6638.

Salekha, D F. Nugraheni, S A. Mawarni, A. (2019). Pengetahuan Dan Sikap Tentang Kesehatan Reproduksi Yang Mengikuti Dan Tidak Mengikuti Suscatin (Studi pada Calon Pengantin yang Terdaftar di KUA Kabupaten Grobogan). JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (e-Journal) Volume 7, Nomor 4, Oktober 2019. https://ejournal3.undip.ac.id.

Amrul, D A. (2020). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi Dan Seksual Calon Pengantin Terhadap Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dan Seksual Calon Pengantin Di Puskesmas Pringgasela Lombok Timur NTB. http://repository2.unw.ac.id.




DOI: https://doi.org/10.35334/neotyce.v2i1.2426

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats