KULTUR JARINGAN RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) DI MEDIA BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN THALLUS

gloria ika satriani, Asfie Maidie, Sri Handayani, Ema Suryati

Abstract


The aims of this experiment are to know the effect of different medium to seaweed (G. verrucosa) cultured in vitro expressed total number of thallus. The experiment was conducted in the Biotechnology Laboratory of Research Institute for Coastal Aquaculture (RICA) Maros, South Sulawesi. The experiment was arranged in Completely Randomized Design (CRD) with 10 replications and 4 treatments of medium, those are: Sterile Sea Water / SSW 25 ppt, Prevasoli ES Medium / PES, Agrodyke / AG, and Conwy / CW. The last analyze was Least Significant Difference (LSD) to know the best medium to support total number of thallus. The result of the experiment shows that the highest total number of thallus was achieved by SWS (3,75).
Keywords: Gracilaria verrucosa, tissue culture, thallus, medium

Full Text:

PDF

References


Akbar, S., Kurnia, B dan Istiqomah. 2001. Kandungan dan Kegunaan Rumput Laut. Balai Budidaya Laut Lampung. 42 hlm.

Amini, S dan Parenrengi, A. 1995. Pengaruh Variasi Komposisi Pupuk terhadap Pertumbuhan Rumput Laut Eucheuma cotonii pada Kultur In Vitro. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 1(3):47-53.

Anggadiredja, J.T., Zatnika, A., Purwoto, H dan Istini, S. 2006. Rumput Laut. Penebar Swadaya. Jakarta. 147 hlm.

Ditjen Perikanan Budidaya. 2005. Petunjuk Pengendalian Penyakit Ice-Ice pada Budidaya Rumput Laut. DKP. Jakarta. 11 hlm.

Doty, M. S. 2000. The Production an Use Eucheuma. Department of Botany University of Hawaii Honolulu. Hawai. 45 pp.

Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Penerbit Djambatan. Jakarta.

Effendi, I. 2004. Pengantar Akuakultur. Penebar Swadaya. Jakarta. 188 hlm.

Fadhillah, S. N dan Suryana, I. 2005. Laporan PKL di BRPBAP Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Universitas Mulawarman. Samarinda. Hal 13.

Gaspersz, V. 1994. Metode Perancangan Percobaan. (Untuk Ilmu-Ilmu Pertanian, Ilmu-Ilmu Teknik dan Biologi). CV Armico. Bandung. 623 hlm.

Gunawan, L. W. 1987. Teknik Kultur Jaringan. Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman. Pusat Antar Universitas (PAU) Bioteknologi IPB. Bogor. 163 hlm.

Gunawan, L. W. 1994. Teknik Kultur In Vitro Dalam Hortikultura. Penebar Swadaya. Jakarta. 115 hlm.

Hadioetomo, R. S. 1985 Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium. Gramedia. Jakarta. 103 hlm.

Hendaryono, Daisy P. Sriyanti dan Wijayani, A. 1994. Teknik Kultur Jaringan. Kanisius. Yogyakarta. 137 hlm.

Kuncoro, E. B. 2004. Akuarium Laut. Kanisius. Yogyakarta. 227 hlm.

Lakitan, Benyamin. 2000. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Rajawali Pers. Jakarta. 203 hlm.

Lee, R. E. 1980. Phycology. In Handbook on Commercial Seaweeds: Cultivation and Processing Part II. Yellow Sea Fisheries Research Institute China. IDRC. Canada. 309 pp.

Liao, I.C., H. M. Su and J.H. Lin. 1983 Larvae foods for Penaeid Prawns. In M.C. Vey J. P and J. R Moore (eds) CRC Handbook of Mariculture, Crustacean Aquaculture. Volume I. CRT Press Inc. Boca Raton. Florida. pp 43-69.

Malingkas, R. 2002. Perbanyakan Benih Rumput Laut Gracilaria verrucosa (H) Papenfus Melalui Kultur In Vitro pada Berbagai Media Kultur serta Aplikasinya. Tesis. Program Pascasarjana Sistem-Sistem Pertanian. Universitas Hasanudin. Ujung Pandang. 83 Hal.

Nugroho, A dan Sugito, H. 1996. Teknik Kultur Jaringan. Penebar Swadaya. Jakarta. 71 hlm.

Nugroho, L. H dan Sumardi, I. 2004. Biologi Dasar. Penebar Swadaya. Jakarta. 144 hlm.

Parenrengi, A dan Amini, S. 1994. Kultur Rumput Laut Gracilaria verrucosa Secara In Vitro pada Bebagai Panjang Eksplan. Jurnal Penelitian Budidaya Pantai 1(2):29-33.

Parenrengi, A dan Sulaeman. 2004. Mengenal Rumput Laut, Kappaphycus alvarezii. Makalah BRPBAP Maros. Sulawesi Selatan. 11 Hal.

Poncomulyo, T., Maryani, H dan Kristiani, L. 2006. Budidaya dan Pengolahan Rumput Laut. Agromedia Pustaka. Jakarta. 67 hlm.

Rosmiati, Suryati, E dan Tenriulo, A. 2005. Sterilisasi Eksplan pada Kultur Jaringan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii. Makalah BRPBAP Maros. Sulawesi Selatan. 9 hlm.

Suryati, E., Rosmiati., Parenrengi., A dan Tenriulo, A. 2007. Kultur Jaringan Rumput Laut (Gracilaria sp) dari Sumber Tallus yang Berbeda Lokasi. Jurnal Riset Akuakultur 2(2):143-147.

Suryati, E., Sulaeman., Parenrengi, A dan Rosmiati. 2005. Teknik Perbanyakan Benih Rumput Laut, Gracillaria verrucosa Melalui Teknik Kultur Jaringan. BRPBAP Maros. Sulawesi Selatan. 28 hlm.

Susanto, A. B., dan A. Mucktiany. 2004. Studi Kasus Budidaya Gracilaria di Bekasi. (Makalah disampaikan pada Forum Rumput Laut Nasional di Mataram-NTB pada tanggal 29 Juni-1 Juli 2004). 10 hlm.

Winarno, F. G. 1990. Teknologi Pengolahan Rumput Laut. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta. 112 hlm.

Welsh, J. R. 1991. Dasar-Dasar Genetika dan Pemuliaan Tanaman. (Terjemahan J.P Mogea). Erlangga. Jakarta. Hal 206-207.

Yusnita. 2003. Kultur Jaringan. Cara Memperbanyak Tanaman Secara Efisien. Agromedia Pustaka. Jakarta. 80 hlm.




DOI: https://doi.org/10.35334/harpodon.v10i1.187

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Alamat Redaksi: Fakultas Perikanan Gedung E Lantai 2 Universitas Borneo Tarakan, Jl. Amal Lama No. 1 Tarakan. Kalimantan Utara

Email: jurnalharpodonborneo@gmail.com

Website: jurnal.borneo.ac.id/index.php/harpodon


View Harpodon Statistics

Creative Commons License
Jurnal Borneo Harpodon is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.