ANALISIS JARINGAN SOSIAL BIMBINGAN DAN KONSELING MENGGUNAKAN DATA TWITTER

Sitti Hardiyanti Arhas, Suprianto Suprianto, M. Said Zainuddin, Siti Rahmi

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jaringan sosial peran guru bimbingan dan konseling menggunakan data Twitter. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif netnografi. Penelitian netnografi merupakan metode ilmu sosial untuk menyajikan pendekatan baru untuk melakukan penelitian etnografi yang etis dan menyeluruh yang menggabungkan pekerjaan arsip dan komunikasi online, partisipasi dan pengamatan, dengan bentuk-bentuk baru pengumpulan data digital dan jaringan, analisis dan representasi penelitian. Netnografi sangat berguna untuk mengungkapkan gaya interaksi, narasi pribadi, pertukaran komunal, aturan online, praktik, dan ritual, gaya diskursif, bentuk kolaborasi dan organisasi yang inovatif, dan manifestasi kreativitas. Data diperoleh dari Twitter menggunakan aplikasi Atlas.ti. Kata kunci pencarian yang digunakan adalah “guru BKâ€, tweet maksimal 300 tweet, dan data yang dipilih adalah tweet tanpa retweet sekaligus membuat jaringan dari penulis, mention, dan hashtag. Selanjutnya data diolah menggunakan analisis jaringan. Analisis jaringan dilakukan dengan mengesampingkan/menghilangkan tweet yang tidak terhubung/terkait dengan tweet lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan dan konseling mewadahi siswa untuk melakukan bimbingan persiapan ke perguruan tinggi. Bimbingan kejuruan melibatkan pengetahuan yang lengkap dan komprehensif dari setiap murid, sifat pekerjaan dan karakteristik psikologis yang dibutuhkan untuk sukses, pencapaian dan kepuasan kerja dalam pekerjaan yang berbeda, data yang relevan tentang peluang kejuruan, jenis pelatihan yang dibutuhkan, peluang kemajuan, dan sebagainya.

Kata Kunci : Jaringan sosial, twitter, bimbingan dan konseling


Full Text:

PDF

References


Afdal, A. (2015). Kolaboratif: Kerangka kerja konselor masa depan. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 3(2), 1–7.

Alfaris, M. R. (2017). Dukungan Sosial dan Aksesbilitas Pendidikan Inklusi Di Perguruan Tinggi Berorientasi Masa Depan dan Kontinuitas. Prosiding Praktik Pendidikan Bagi Penyandang Disabilitas. Malang: PSLD UB.

Arhas, S. H., Niswaty, R., Cahyono, T., & Rahman, N. (2022). Social Network Analysis: E-Marketing Sales of “Kue Lebaran†in the Perspective of the Technology Acceptance Model. Pinisi Business Administration Review, 4(1), 45–52.

Darma, I. P., & Rusyidi, B. (2015). Pelaksanaan sekolah inklusi di Indonesia. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2).

Deni, F. (2011). Bimbingan konseling. Yogyakarta: Teras.

Dogar, A. H., Azeem, M., Majoka, M. I., Mehmood, A., & Latif, S. (2011). Need assessment of students’ guidance and counseling. British Journal of Arts and Social Sciences, 1(2), 108–124.

Falah, R. Z. (2016). Membentuk kesalehan individual dan sosial melalui konseling Multikultural. Konseling Religi, 7(1), 1–26.

Habsy, B. A. (2017). Filosofi ilmu bimbingan dan konseling Indonesia. JP (Jurnal Pendidikan): Teori Dan Praktik, 2(1), 1–11.

Haderani, H. (2018). Tinjauan Filosofis Tentang Fungsi Pendidikan Dalam Hidup Manusia. Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7(1).

Handayuni, T. S. (2017). Gambaran Kebutuhan Psikologis Anak Berbakat. Indonesian Journal of School Counseling, 2, 39–43.

Kirana, D. L. (2019). Cyber counseling sebagai salah satu model perkembangan konseling bagi generasi milenial. Al-Tazkiah: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 8(1), 51–63.

Kozinets, R. V. (2006). Netnography.




DOI: https://doi.org/10.35334/jbkb.v4i1.2699

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo



View My Stats