PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG BANGUNAN RUMAH SUSUN DI LAHAN BASAH KAWASAN KOTA BARU MANDIRI PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Abstract
ABSTRACT: The structural design of reinforced concrete for multi-story buildings is a crucial stage in the building construction process, serving as part of the development of an efficient and well-planned residential area. The construction of vertical housing can serve as a residence for people who prefer a living concept featuring a more practical environment integrated within a single building. The planning of the vertical housing complex in the Kota Baru Mandiri (KBM) area represents the implementation of the North Kalimantan KBM Master Plan, which envisions the area as a hub for growth and development utilizing an integrated development system. The wetlands of KBM area requires special attention due to its wetland characteristics. Wetland sites generally exhibit low stability and bearing capacity; therefore, safe structural planning is essential to ensure the building's viability and durability. Structural design was conducted using SAP2000 V.25, a finite element method-based software capable of accurate and efficient three-dimensional structural modeling. Reinforced concrete is a composite material consisting of concrete and embedded steel reinforcement; while concrete possesses high compressive strength, it is weak in resisting tensile forces. The resulting structural design for the apartment building comprises columns measuring 60 x 60 cm; beams in three configurations (B1: 35 x 65 cm, B2: 25 x 40 cm, and B3: 12 x 25 cm); floor slabs with a thickness of 12 cm; and concrete with a strength grade of 33 MPa. The substructure design for the apartment building in the KBM wetland area specifies a pile depth of 30 meters and pile caps measuring 260 x 200 x 60 cm, utilizing 33 MPa concrete with stirrup and longitudinal reinforcement as specified in the design.
Keywords: SAP2000, Wetlands, Independent New Town, Reinforced Concrete, Structural Modeling.
ABSTRAK: Perencanaan struktur beton bertulang pada bangunan bertingkat adalah tahapan yang penting dalam proses pembangunan gedung sebagai pengembangan suatu kawasan hunian yang efisien dan terencana. Pembangunan rumah susun dapat berfungsi sebagai hunian bagi masyarakat yang memilih konsep hunian dengan lingkungan yang lebih praktis dan terintegrasi dalam satu bangunan. Perencanaan bangunan rumah susun di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM) merupakan penerapan dari Master Plan KBM Kalimantan Utara sebagai pusat pertumbuhan dan pengembangan kawasan dengan sistem pembangunan yang terintegrasi. Lahan pada kawasan KBM menjadi perhatian khusus karena karakteristik lahan adalah lahan basah. Kondisi lahan basah pada umumnya memiliki kestabilan dan daya dukung yang rendah, sehingga perlu adanya perencanaan struktur yang aman untuk memastikan kelayakan dan ketahanan bangunan. Perencanaan struktur menggunakan SAP2000 V.25, yaitu software berbasis metode elemen hingga yang mampu melakukan pemodelan struktur tiga dimensi secara akurat serta efisien. Beton bertulang adalah material yang terdiri dari beton dan baja tulangan yang ada didalam beton. Beton bersifat sangat kuat dalam menahan kuat tekan tetapi lemah dalam menahan gaya tarik. Hasil perencanaan model struktur rumah susun adalah Kolom ukuran 60 x60 cm; Balok terdiri dari 3 model yaitu B1 ukuran 35 x 65 cm, B2 25 x 40 cm dan B3 12 x 25 cm; Plat Lantai ketebalannya adalah 12 cm; Mutu beton 33 Mpa. Perencanaan struktur bawah bangunan rumah susun pada lahan basah untuk kawasan KBM adalah kedalaman Tiang Pancang 30 meter, Pondasi Pilecap 260 x 200 x 60 cm; Mutu Beton 33 Mpa dengan tulangan sengkang dan tulangan longitudinal sesuai perencanaan.
Kata kunci: SAP 2000, Lahan Basah, Kota Baru Mandiri, Beton Bertulang, Pemodelan Struktur.
References
Agung, G., & Banyuwangi, K. (N.D.). Perencanaan Pondasi Apung Untuk Tanah Lunak Dusun. Hal.154–159.
Basah, D. I. L. (2024). Analisis Metode Bar Bending Schedule Untuk Mengurangi Sisa Material Penulangan Untuk Konstruksi. 9(April), 360–374.
Farid, F., & Handayani, L. (2018). Komunikasi Fisika Indonesia Penentuan Struktur Tanah Sebagai Dasar Uji Di Muaro Jambi Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole. 15(02), 139–145.
Fathurahman, R., Suksmono, A. K., & Wibowo, M. A. (2024). Perencanaan Ulang Bangunan Pasar Dengan Struktur Baja Pada Tanah Lunak ( Studi Kasus : Pasar Wage Karangkandri Kabupaten Cilacap ). 8(12 Cm), 8–17.
Kecamatan, D. I., & Belawan, M. (2021). Al Ulum Seri Sainstek , Volume Ix Nomor 1 , Tahun 2021 Issn 2338-5391 ( Media Cetak ) | Issn 2655-9862 ( Media Online ) Al Ulum Seri Sainstek , Volume Ix Nomor 1 , Tahun 2021 Issn 2338-5391 ( Media Cetak ) | Issn 2655-9862 ( Media Online ). Ix.
Liando, F. J. (2020). Perencanaan Struktur Beton Bertulang Gedung Kuliah 5 Lantai. 8(4), 471–482.
Summarecon-Bandung, P. K. B., Kurniawan, A., Mochtar, I. B., Lastiasih, Y., Sipil, J. T., Teknik, F., Teknologi, I., Nopember, S., Arief, J., Hakim, R., Indonesia, S., & Atas, A. P. S. (2016). Alternatif Perencanaan Pondasi Tiang Untuk Gedung Tinggi Di Atas Tanah Lunak Pada Proyek. 5(2), 2–5.
Tajunnisa, Y., & Aziz, S. K. (2012). Perbandingan Perancangan Gedung Srpmk Di Atas Tanah Dengan Kategori Tanah Lunak Dan Tanah Baik. 10, 1–14.
Tantangan, D. A. N. (2015). Potensi, Peluang, Dan Tantangan Pengelolaan Lingkungan Lahan Basah Secara Berkelanjutan.
Tjitradi, D., Khatimi, H., Karim, A., Lestari, D. D., & Tjitradi, A. (2024). Desain Praktis Beban Gempa Dasar Untuk Bangunan Di Lahan Basah Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. 8(2), 212–226.
Wayan, N., Theresilia, M., Pandaleke, R. E., & Handono, B. D. (2020). Perencanaan Struktur Gedung Beton Bertulang Dengan Denah Bangunan Berbentuk “ L .” 8(4).
DOI: https://doi.org/10.35334/cesj.v5i2.7600
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Published By : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, University of Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No 1, Tarakan 77115, Indonesia | All publications by Civil Engineering Scientific Journal are licensed under a |



