Gambaran Status Bakteri Pada Infeksi Luka Kaki Diabetik

Najihah Najihah

Abstract


Infeksi Luka Kaki Diabetik (LKD) merupakan salah satu komplikasi yang paling sering dan parah pada penderita Diabetes Mellitus (DM). Mengidentifikasi infeksi merupakan salah satu bagian dalam penilaian luka kaki diabetis yang dapat dilakukan dengan menilai faktor resiko infeksi dan mempehatikan tanda dan gejala. Namun, untuk melakukan penilaian terhadap infeksi tidak hanya dengan memperhatikan tanda dan gejala kninis, hasil mikrobiologi juga diperlukan. Tes mikrobiologi ditentukan dengan memeriksa biopsi atau sekret purulen dengan melakukan swab pada permukaan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah bakteri pada permukaan luka. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 53 luka yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrument yang digunakan yaitu kultur bakteri untuk mengetahui kolonisasi bakteri pada permukaan luka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata jumlah bakteri pada infeksi LKD 47.106 dan bakteri terbanyak yang ditemukan adalah proteus miriabilis (29.6%). Oleh karena itu, pasien DM dengan luka kaki perlu untuk diidentifikasi untuk kemungkinan adanya infeksi


Keywords


Status Bakteri; Infeksi; Luka Kaki Diabetik; Diabetes Melitus

References


Alavi, A., Sibbald, R. G., Mayer, D., & Goodman, L. (2014). Diabetic foot ulcers; Part II. Management. J Am Acad Dermatol, 21e1-21e24.

Duhon, B. M., Hand, E. O., Howell, C. K., & Reveles, K. R. (2015). Retrospective cohort study evaluating the incidence of diabetic foot infections among hospitalized adults with diabetes in the United States from 1996-2010. American Journal of Infection Control, 1-4

Gardner, S. E., Hillis, S. L., & Frantz, R. A. (2009). Clinical Signs of Infection in Diabetic Foot Ulcers with High Microbial Load. Biol Res Nurs, 119-128.

Hobizal, K. B., & Wukich, a. D. (2012). Diabetic foot infections: current concept review. Diabetic Foot & Ankle, 1-8.

Lipsky, B. A., Peters, E. J., Berendt, A. R., Senneville, E., Bakker, K., Embil, J. M., et al. (2012). IWGDF GUIDELINES; Specific guidelines for the treatment of diabetic foot infections 2011. Diabetes/Metabolism Research and Reviews, 234–235.

Mosti, G., Magliaro, A., Mattaliano, V., & Anggelotti, N. (2015). Comparative study of two antimicrobial dressings in infected leg ulcers: a pilot study. Journal Of Wound Care, 1-6.

Nur, A., & Marisa, N. (2016). Gambaran Bakteri Ulkus Diabetikum di Rumah Sakit Zainal Abidin dan Meuraxa Tahun 2015. Buletin Penelitian Kesehatan, 187-196.

Pemayun, T. G., Naibaho, R. M., Novitasari, D., Amin, N., & Minuljo, T. T. (2015). Risk factors for lower extremity amputation in patients with diabetic foot ulcers: a hospital-based case–control study. Diabetic Foot & Ankle, 1-13.

Peters, E. J., & Lipsky, B. A. (2013). Diagnosis and Management of Infection in the Diabetic Foot. Medical Clinics of North America , 911-946.

Rinaldo, C. (2017). Hubungan antara pola kuman dengan infeksi kaki diabetik berdasarkan derajat pedis di rsup dr. kariadi semarang. Dipetik Agustus 3, 2017, dari eprints.undip.ac.id: http://eprints.undip.ac.id/54336/1/Christiawan_Rinaldo.pdf.

Wounds International. (2013). Best practice guidelines. Wound management in diabetic foot ulcer, hal. 1-27.

Xie, T., Lu, S., & Mani, R. (2010). Diabetic Foot Infection in the World; We Need Ways Forward. The International Journal of Lower Extremity Wounds, 3-5.

Yusuf, S., Okuwa, M., Irwan, M., Rassa, S., Laitung, B., Thalib, A., et al. (2016). Prevalence and Risk Factor of Ulcers in a Regional Hospital, Eastern Indonesia. Open Journal of Nursing, 1-10.

Zhang, P., Lu, J., Jing, Y., Tang, S., Zhu, D., & Bi, Y. (2016). Global epidemiology of diabetic foot ulceration: a systematic review and meta-analysis. Annals of Medicine, 106-116.




DOI: https://doi.org/10.35334/borticalth.v4i2.2257

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Journal Of Borneo Holistic Health Indexed by:

 

JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

JL. AMAL LAMA, NOMOR 1, KELURAHAN PANTAI AMAL, KOTA TARAKAN 77123

Phone : 085246694869

Email : borticalth@gmail.com

Laman : jurnal.borneo.ac.id/index.php/borticalth

 

Lisensi Creative Commons
JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.