Cover Image

EFEKTIVITAS PERAWATAN LUKA TEKNIK BALUTAN WET-DRY DAN MOIST WOUND HEALING PADA PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIK

Maria Imaculata Ose, Putri Ayu Utami, Ana Damayanti

Abstract


Ketidakseimbangan glukosa dalam darah menimbulkan dampak gangguan pada neuropati yang berpotensi terjadinya luka diabetes. Salah Satu komplikasi diabetes melitus adanya luka ulkus yang menyebabkan 50% hingga 75% harus amputasi. Perawatan luka dewasa ini di ruang perawatan rumah sakit masih cenderung menggunakan metode balutan kasa ”Wet-Dry”(Basah-kering),  perawatan luka telah mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama dalam dua dekade terakhir ini. Teknik perawatan luka terkini  “Moist Wound Healing”.  Tujuan penelitian ini untuk melihat efektivitas penyembuhan luka dengan membandingkan penggunaan balutan  dengan teknik Wet-Dry dan dengan teknik balutan Moist Wound Healing. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi eksperimental. Populasi adalah seluruh pasien diabetes yang mengalami ulkus. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling sehingga diperoleh 18 responden yang menggunakan perawatan luka dengan teknik wet-dry dan 15 responden ulkus diabetic yang dilakukan perawatan luka dengan teknik Moist Wound Healing. Hasil : Data variabel berdistribusi normal setelah diuji dengan Saphiro-Wilk. Uji t-berpasangan menunjukan nilai signifikan  p =0,004 yang mana nilai p Value <0,05 sehingga ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang antara kelompok penyembuhan luka dengan perawatan luka dengan teknik Wet dry dengan kelompok perawatan luka Moist Wound Healing. Kesimpulan dari penelitian ini perawatan luka pada ulkus diabetik dengan teknik moist healing lebih cepat proses penyembuhannya sehingga pasien mendapatkan perawatan lebih efektif dan efisien baik dari segi waktu dan biaya.

Kata Kunci : Ulkus, Diabetic, Wet-dry, Moist Wound Healing.


Full Text:

PDF

References


Adimas. (2008). Cara Perawatan dengan Modern Dressing. http:// Mediacastore.com

Brunner dan Suddarth. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta : EGC.

Dahlan Sopiyudin. (2011). Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan Edisi 5. Jakarta: Salemba Medika

Ismail, D. D. S. L., Irawaty, D., & Haryati, T. S. (2009). Penggunaan Balutan Modern Memperbaiki Proses Penyembuhan Luka Diabetik. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 25(1), 32-35.

Istikomah Nurul. (2010). Perbedaan Perawatan Luka Dengan Menggunakan Povodine Iodine 10% Dan Nacl 0,9% Terhadap Proses Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Operasi Prostatektomi Di Ruang Anggrek Rsud Tugurejo Semarang. Abstrak. Program studi ilmu keperawatan fakultas kedokteran universitas diponegoro semarang

Julia Mees and Wolf Arif. (2012). Treatment Options for Post operatively infected abdominal wall wound healing by secondary intention. (http://www. ebscohost.co.id di akses 10 oktober 2013)

Mulder, G. D. (1995). Cost-effective managed care: gel versus wet-to-dry for debridement. Ostomy/wound management, 41(2), 68-70.

Morison, J. Moya. (2004). Manajemen Luka. Jakarta. EGC.

Notoatmodjo, S. (2005). Methodology of Health Research. PT Rineka Reserved, Jakarta, 152-167.

Ovington, L. G. (2001). Hanging wet-to-dry dressings out to dry. Home Healthcare Now, 19(8), 477-483

Parmet, S., Glass, T. J., & Glass, R. M. (2005). Diabetic foot ulcers. JAMA, 293(2), 260-260.

Perry dan Potter. (2002). Buku Ajar Fundamental Of Nursing, Volume 1, Edisi 4. Jakarta. EGC.

Supriyanti dkk. (2007). Efektifitas Penggunaan Kompres Metronidazol dan NaCl 0.9% Terhadap Proses Penyembuham luka Diabetik di RSUD Mergono soekarjo Purwokerto.(http://www.ebscohost.co.id di akses 10 oktober 2013)

Smeltzer dan Bare. (2002). Keperawatan Medikal Bedah, Volume 2, Edisi 8. Jakarta.EGC

Sylvia A. Prince, Lorraine M. Wilson (2006). Patofisiologi, Edisi 4. Jakarta : EGC.

Suryani, M., & Supriyono, M. (2012). Efektivitas Pengobatan Madu Alami Terhadap Penyembuhan Luka Infeksi Kaki Diabetik (Ikd) (Studi Kasus Di Puskesmas Bangetayu Dan Puskesmas Genuk Semarang). Karya Ilmiah S. 1 Ilmu Keperawatan

Soewondo, P., Ferrario, A., & Tahapary, D. L. (2013). Challenges in diabetes management in Indonesia: a literature review. Globalization and health, 9(1), 63.

Wahidin Abun. 2013. Perawatan luka modern dressing. (http ://Mediacostore.com diakses tanggal 13 Maret 2013




DOI: http://dx.doi.org/10.35334/borticalth.v1i1.401

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

JL. AMAL LAMA, NOMOR 1, KELURAHAN PANTAI AMAL, KOTA TARAKAN 77123

Phone : 085246694869

Email : borticalth@gmail.com

Laman : jurnal.borneo.ac.id/index.php/borticalth


 

Lisensi Creative Commons
JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.