KAJIAN ETNOBIOLOGI DALAM PEMANFAATAN TUMBUHAN DAN HEWAN PADA UPACARA IRAW TENGKAYU SUKU TIDUNG DI KOTA TARAKAN, KALIMANTAN UTARA SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

Wahyu Fitria, Jamardi Sinaga, A. Muh. Sugiono, Fadhlan Muchlas Abrori

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan dan hewan yang digunakan dalam upacara Iraw Tengkayu. Metode yang digunakan dalam pengambilan data melalui participatory rural appraisal (PRA). Pemilihan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Informan secara keseluruhan berjumlah 15 orang, yang terdiri dari kepala adat, sando (dukun) dan budayawan. Hasil penelitian didapatkan bahwa suku hewan yang digunakan dalam upacara ini hanya pada suku Phasianidae. Sementara itu, pada tumbuhan 2 suku terbanyak yang digunakan adalah Arecaceae (21%) dan  Dipterocarpaceae (13%). Hasil penelitian dapat digunakan sebagai materi utama dan tambahan dalam perkuliahan etnobotani dan etnozoologi terutama terkait keaneragaman tumbuhan dan hewan yang digunakan pada kehidupan masyarakat.

Kata Kunci:  Etnobotani, Etnozoologi, Iraw Tengkayu, Biologi


Full Text:

PDF

References


Ashton, P.S. (1972). Precursor to a taxonomic revision of Ceylon Dipterocarpaceae. Blumea 20: 357-366.

Häkkinen, M. (2004). Musa voonii, a new Musa species from northern Borneo and discussion of the section Callimusa in Borneo. Acta Phytotax. Geobot. 55 (2), 79-88.

Huntington, H. P. (2000). Using traditional ecological knowledge in science: methods and applications. Ecological applications, 10(5), 1270-1274.

Irfan. (2016). Pesta Rakyat Iraw Tengkayu Kota Tarakan (online). http://www.wisatakaltara.com. Diakses tanggal 27 Maret 2019

Iskandar, J. (2017). Etnobiologi dan keragaman budaya di indonesia. Umbara: Indonesian Journal of Anthropology, 1(1).

Khush, G.S. (1997). Origin dispersal cultivation and variation of rice. Plant Mol. Biol. 35: 25–34.

Kim, H., & Song, M. J. (2014). Analysis of traditional knowledge about medicinal plants utilized in communities of Jirisan National Park (Korea). Journal of ethnopharmacology, 153(1), 85-89.

Lesmana, H., Alfianur, A., Utami, P. A., Retnowati, Y., & Darni, D. (2018). Pengobatan tradisional pada masyarakat tidung kota Tarakan: study kualitatif kearifan lokal bidang kesehatan. MEDISAINS, 16(1), 31-41.

Listiani, L. & Abrori, F.M. (2017). Pengembangan Buku Ajar Studi Folk-Taxonomy Dalam Penelitian Etnobotani Berbasis Indigenous Knowledge (Kajian Taksonomi Rakyat Pada Suku Tidung). Seminar Nasional Salingdidik. 337-341

Listiani, L., & Abrori, F. M. (2019). Ethnobotanical Study on Tidung Tribe in Using Plants for Medicine, Spice, and Ceremony. IPTEK The Journal for Technology and Science, 29(1), 18-24.

Nanang, M. (2009). Sejarah dan Kebudayaan Tidung di Kabupaten Malinau. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malinau

Purwaningsih, P. (2004). Ecological distribution of Dipterocarpaceae species in Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 5(2).

Royyani, M. F., & Efendy, O. (2015). Kajian etnobotani masyarakat dayak di desa Tau Lumbis, Kabupaten Nunukan, Propinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Berita Biologi, 14(2), 177-185.

Suhartini, T. (2016). Spesies Padi Liar (Oryzaspp.) Sebagai Sumber Gen Ketahanan Cekaman Abiotik Dan Biotik Pada Padi Budi Daya. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 35(4), 197-207.

Sugiyono, M. P. P. (2007). Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta.

Sulistyaningsih, L. D., & Wawo, A. H. (2011). Kajian Etnobotani Pisang-pisang Liar (Musa spp.) Di Malinau, Kalimantan Timur. Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal, 28(1), 43-47.

Syafitri, F. R., Sitawati, S., & Setyobudi, L. (2014). Kajian etnobotani masyarakat desa berdasarkan kebutuhan hidup. Jurnal Produksi Tanaman, 2(2).

Tantra, I.G.M., (1979). The establishment of tengkawang plantations in Indonesia. In: Proceedings of the Symposium on management of Forest Production in Southeast Asia, April, 19-22, 1977. Bangkok-Thailand, Biotrop Special Publication No.4.Bogor: BIOTROP.

Witono, J. R. (2005). Keanekaragaman Palem (Palmae) di Gunung Lumut, Kalimantan Tengah. Biodiversitas, 6(1), 22-30.




DOI: https://doi.org/10.35334/biopedagogia.v1i1.1700

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Contact Person :

Nursia, S.Pd., M.Si
Biology Education Departement
Tarakan Borneo University
Jalan Amal Lama No1
Tarakan, North Kalimantan
 Hp : 081347925303