AROMATERAPI LAVENDER DAN INTENSITAS DISMENORE PADA SISWA SMK KESEHATAN KALTARA TARAKAN

Novia Ayuni

Abstract


Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas
belajar, konsentrasi, serta kualitas hidup. Prevalensi dismenore pada remaja di Indonesia masih tergolong tinggi
sehingga diperlukan penanganan yang efektif dan aman. Terapi nonfarmakologis menjadi alternatif yang banyak
digunakan karena minim efek samping, salah satunya adalah aromaterapi lavender yang memiliki efek relaksasi
dan analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran aromaterapi lavender dalam menurunkan intensitas
dismenore pada siswi SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan
pendekatan quasi experiment melalui metode one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 26 siswi
yang mengalami dismenore dan dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intensitas nyeri diukur
menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi diberikan berupa aromaterapi lavender melalui inhalasi
selama 15 menit. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired T-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil
penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas dismenore setelah pemberian aromaterapi lavender, dengan
nilai p-value 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa aromaterapi lavender dapat digunakan sebagai
terapi nonfarmakologis yang efektif untuk membantu menurunkan nyeri dismenore pada remaja putri.
Kata kunci: aromaterapi, dismenore, lavender


Keywords


aromaterapi; dismenore; lavender

References


Anurogo, D., & Wulandari, A. (2011).

Cara jitu mengatasi nyeri haid.

Yogyakarta: Andi.

Ayuni, N. (2024). Aromaterapi lavender

dan intensitas dismenore pada siswi

SMK Kesehatan Kaltara Tarakan

(Skripsi tidak dipublikasikan).

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan

Surya Global Yogyakarta,

Indonesia.

Berek, J. S. (2019). Berek & Novak’s

gynecology (16th ed.). Philadelphia,

PA: Wolters Kluwer.

Brownlie, D. (2007). Toward effective

poster presentations: An annotated

bibliography. European Journal of

Marketing, 41(11/12), 1245–1258.

https://doi.org/10.1108/0309056071

Burns, E., Zobbi, V., Panzeri, D.,

Oskrochi, R., & Regalia, A. (2007).

Aromatherapy in childbirth: A pilot

randomised controlled trial. BJOG:

An International Journal of

Obstetrics and Gynaecology,

(7), 838–844.

Daley, A. J. (2009). Exercise and primary

dysmenorrhea: A comprehensive

and critical review of the literature.

Sports Medicine, 39(8), 659–670.

Feronica, F., Sari, R. P., & Lestari, D.

(2020). Pengaruh aromaterapi

lavender terhadap penurunan nyeri

dismenore pada remaja putri. Jurnal

Keperawatan Klinis, 5(2), 87–94.

Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2016).

Textbook of medical physiology

(13th ed.). Philadelphia, PA:

Elsevier.

Harel, Z. (2006). Dysmenorrhea in

adolescents and young adults:

Etiology and management. Journal

of Pediatric and Adolescent

Gynecology, 19(6), 363–371.

Hidayat, A. A. A. (2014). Metode

penelitian keperawatan dan teknik

analisis data. Jakarta: Salemba

Medika.

Kartini, K., & Suryani, D. (2019).

Pengaruh terapi nonfarmakologis

terhadap penurunan nyeri dismenore

pada remaja putri. Jurnal Kesehatan

Reproduksi, 10(1), 25–32.

Kumar, S., Beaton, K., & Hughes, T.

(2013). The effectiveness of

aromatherapy for pain management: A systematic review. Journal of Pain

and Symptom Management, 45(2),

–390.

Langitan, R. E. (2010). Faktor-faktor yang

mempengaruhi kejadian turnover

perawat pelaksana di sebuah rumah

sakit di Depok Jawa Barat tahun

(Tesis magister tidak

dipublikasikan). Universitas

Indonesia, Depok, Jawa Barat,

Indonesia.

Marika, M., Handayani, S., & Putri, A. R.

(2018). Efektivitas aromaterapi

lavender terhadap nyeri haid pada

remaja. Jurnal Ilmu Keperawatan,

(1), 45–52.

Mokoginta, F., Yusuf, S., & Kallo, V.

(2021). Pengaruh aromaterapi

terhadap nyeri dismenore pada

remaja putri. Jurnal Keperawatan,

(2), 123–130.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi

penelitian kesehatan. Jakarta:

Rineka Cipta.

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2010).

Fundamentals of nursing (7th ed.).

St. Louis, MO: Mosby Elsevier.

Proctor, M., & Farquhar, C. (2006).

Diagnosis and management of

dysmenorrhea. BMJ, 332(7550),

–1138.

Rahmawati, I., & Lestari, P. (2018).

Efektivitas aromaterapi terhadap

penurunan nyeri menstruasi. Jurnal

Keperawatan Soedirman, 13(2),

–108.

Reeder, S. J., Martin, L. L., & Griffin, D.

K. (2011). Keperawatan maternitas:

Kesehatan wanita, bayi, dan

keluarga. Jakarta: EGC.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2014).

Buku ajar keperawatan medikal

bedah. Jakarta: EGC.

Supriadi, T. (2009). Rumah sakit di Sumut

belum berikan data penyakit.

Waspada Online. Diperoleh dari

http://www.waspada.co.id

Suryani, D., & Handayani, S. (2017).

Faktor-faktor yang berhubungan

dengan kejadian dismenore pada

remaja. Jurnal Kesehatan

Masyarakat, 12(1), 45–52.

World Health Organization. (2014).

Adolescent pregnancy: Issues in




DOI: https://doi.org/10.35334/borticalth.v8i2.7138

Refbacks

  • There are currently no refbacks.