VALUASI EKONOMI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEKANTAN (KKMB) DI KOTA TARAKAN

Galih Yogi Rahajeng, Etty Wahyuni MS, Arni Arni

Abstract


ABSTRACT

 

The benefits that we can see from mangrove forest in Conservation Area for Mangrove and Proboscis (KKMB) are socio-ecological, socio-economic, and socio-cultural aspects. The economic value of natural resources are non-market promotion or cannot be offered. Based on these problems, this study aims to provide economic valuation mangrove forests in KKMB using the Travel Cost Method (TCM) and Willingness to Pay (WTP) analysis by visitors to support conservation of the Conservation Area for Mangrove and Proboscis in Tarakan City. In this study used 100 respondents who were KKMB visitors. The sampling method used are the accidental and quota sampling. The result shown that the total cost of the trip is IDR 2,033,000 and the economic value of the Conservation Area for Mangrove and Proboscis in the Tarakan City with the average travel cost method of respondents / visitors is IDR 20,330. Based on the calculation results obtained TWTP value (Total Willingness to pay) respondents Conservation Area for Mangrove and Proboscis of Rp 348,752,600 / Year, where the population is the number of visitors to the Bekantan Mangrove Conservation Area in Tarakan City.

 

Keywords: Conservation of mangrove, Travel Cost Method, Willingness to Pay, Economic Valuationn

 

ABSTRAK

 

Hutan mangrove di Kawasan Konservasi  Mangrove dan Bekantan (KKMB) kota Tarakan memiliki nilai manfaat yang dapat kita lihat dari beberapa aspek yang terkait yaitu aspek sosio-ekologis, sosio-ekonomis, dan sosio-kultural. Nilai ekonomi sumber daya alam yang menawarkan keindahan alam, pada umumnya bersifat non-market atau tidak dapat diperdagangkan. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk memberikan penilaian  ekonomi hutan mangrove di Kota Tarakan dengan teknik valuasi ekonomi dengan menggunakan Metode Biaya Perjalanan (TCM) dan Analisis WTP (Willingness to pay) kesediaan membayar oleh pengunjung terhadap pemanfaatan Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan di Kota Tarakan. Dalam penelitian ini menggunakan 100 responden yang merupakan pengunjung KKMB. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah pengambilan sampel akedensial dan kuota. Hasil Penelitian memperlihatkan bahwa  Total biaya perjalanan yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 2.033.000 dan nilai ekonomi Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan Kota Tarakan dengan metode biaya perjalanan rata-rata responden /pengunjung adalah Rp 20.330. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai TWTP (Total Willingness to pay) responden Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan sebesar Rp 348.752.600/Tahun, dimana populasinya merupakan jumlah pengunjung Kawasan Konservasi Mangrove Bekantan di Kota Tarakan.

 

Kata Kunci: Konservasi mangrove, Metode Biaya Perjalanan, Metode Kesediaan Membayar, Valuasi Ekonomi


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35334/jpen.v2i2.1554

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 J-Pen Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian

      P-ISSN/E-ISSN :                                                           Affiliation :

                           


Creative Commons License
All publications in J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.