KEANEKARAGAMAN CAPUNG (ODONATA) PADA SAWAH SISTEM ORGANIK DAN KONVENSIONAL DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN

Zulhafandi Zulhafandi

Abstract


ABSTRACT
Dragonflies are insects important in agricultural ecosystems. Dragonflies have a role as a predator, both in the
form of a naiad and adults and feed on certain types of pests on rice plant. The objective of the research was to
study the diversity of dragonflies (Odonata) in the fields organic and conventional systems of rice in Padang
Pariaman Regency. A survey was conducted using Purposive sampling survey. Sampleswere collected by using
water and swinging insect nets. The results showed that the dragonflies (Odonata) found on the site of the research
consisted of 5 family, 15 species with a total of 354 individuals. Odonata found in organic systems rice fields
consisted of 5 family, 15 species and 275 individuals, while the ones in conventional system of rice fields were 3
familes, 10 species, 79 individuals. Diversity and equity were higher on the organic system of rice field 2.47 and
equity 0.90 respectively, compared with conventional rice field with the value of diversity index of 1.98 and equity
index 0.82.
Keywords: Diversity, Dragonflies (Odonata), organic, conventional
ABSTRACT
Capung merupakan serangga yang penting dalam ekosistem pertanian. Capung memiliki peran sebagai predator,
baik dalam bentuk naiad maupun dewasa dan memangsa beberapa jenis hama pada tanamana padi. Penelitian ini
bertujuan untuk mempelajari keanekaragaman capung (Odonata) pada sawah sistem organik dan konvensional di
Kabupaten Padang Pariaman. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pengambilan sampel
Purposive Random Sampling. Cara pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan jaring air dan jaring ayun
Hasil penelitian menunjukkan bahwa capung (Odonata) yang ditemukan pada lokasi penelitian terdiri dari 5
famili, 15 spesies dengan total individu 354. Odonata pada sawah sistem organik 5 famili, 15 spesies, dan 275
individu, sedangkan pada sawah konvensional ditemukan 3 famili, 10 spesies dan 79 individu. Keanekaragaman
dan kemerataan lebih tinggi terdapat pada sawah sistem organik dengan nilai indeks 2,47 dan kemerataan 0,90,
dibandingkan dengan sawah konvensional yang memiliki nilai indeks keanekaragaman 1,98 dengan kemerataan
0,82
Kata kunci : Keanekaragaman, Capung (Odonata), organik, konvensional

Full Text:

PDF

References


Amri K. 1997. Mengenal dan Mengendalikan Predator Benih Ikan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Anonim. 2005. Prospek Pertanian Organik di Indonesia. Bogor: Info aktual, Berita Litbang Pertanian. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Ansori I. 2009. Kelimpahan dan dinamika populasi odonata berdasarkan hubungannya dengan fenologi padi. Di beberapa persawahan sekitar bandung Jawa Barat. [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Aryantha I. 2002. Membangun Sistem Pertanian Berkelanjutan. [skripsi]. Bandung: Departemen FMIPA Institut Teknologi Bandung.

Borror J, Triplehorn C, Johnson N. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga, Terjemahan dari Soetino Partosoedjo. Fakultas Kedokteran Hewan IPB Yogyakarta: Gajah mada University Press.

Efendy M. 2011. Keanekaragaman Coccinellidae Predator pada Ekosistem Pertanian Organik dan Konvensional di Sumatera Barat. [skripsi]. Padang: Fakultas Pertanian. Universitas Andalas.

Emden H Van, Dabrowski. 1997. Issues of biodiversity in pest management. Insect Science and Aplications. 15:605–620.

Flint M, Bosch R. 2002. Pengendalian Hama Terpadu. Terjemahan Kartini Indah K dan John Priyadi. Yogyakarta: Kanisus.

Girsang W. 2009. Pengembangan Pengendalian Terpadu. [skripsi]. Pematang Siantar: Universitas Simalungun.

Hanum SO. 2013. Jenis-jenis Capung (Odonata) di Kawasan Taman Satwa Kandi Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Jurnal Biologi Universitas Andalas. 2:71–76.

Hidayah SNI. 2008. Keanekaragaman dan Aktivitas Capung (Ordo: Odonata) di Kebun Raya Bogor. [skripsi]. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

John T. 2001. Life History Odonata. School of Botany and Zoology. Csiro publishing. Australian.

Jupri. 2012. Keanekaragaman Serangga Air di Daerah Aliran Sungai Dendang Ketereh Koto Bharu Kelantan Malaysia. [skripsi]. Padang: Fakultas Pertanian Universitas Andalas.

Krebs C. 1999. Ecological Metodology. New York: Second Edition.An Imprint of Addition Wesley Longmen, Inc.

Kusuma S, Surono. 2002. Pertanian dan Pangan Organik Sistem dan Serivikasi. Bogor: M-Bio press.

Lina W. 2004. Pencemaran Air: Sumber, Dampak dan Penanggulangannya. [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Moore W. 1995. Drogonflies. AUSTRALIA: Switzeland and Cambridge UK.IUCN National University. Canberra.

Neseman H, Shah R, Shah D. 2011. Key to the larval stages of common Odonata of Hindu Kush Himalaya, with short notes on habitats and ecology. Aquatic Ecology Cente. Kathmandu University, Kavre Nepal. Journal of Threatened Taxa. 3:2045–2060.

Noorizqiyah E. 2009. Mineralisasi Nitrogen pada Beberapa Kedalaman Tanah Andisol. [skripsi]. Bogor: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.

Nurdin F. 2000. Pengaruh Pertanaman Polikultur Serangga Hama dan Musuh Alami. Prosiding Simposium Keanekaragaman Hayati Arthopoda. 423–426.

Patty N. 2006. Keanekaragaman Jenis Capung (Odonata) Di Situ Gintung Ciputat, Tanggerang. [skripsi]. Jakarta: Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Purnomo H. 2010. Pengantar Pengendalian Hayati. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Rizali A, Buchori D. 2002. Keanekaragaman Serangga pada Lahan Persawahan-Tepian Hutan: Indikator untuk Kesehatan Lingkungan. Journal of Biosciences. 9:41–18.

Susanti S. 1998. Mengenal Capung. Bogor: Puslitbang Biologi LIPI.

Theischinger G, Hawking J. 2006. The Complete Field Guide to Dragonflies of Australia. Australia: Csiro Publishing.

Tjahjadi N. 1989. Hama dan Penyakit Tanaman. Yogyakarta: Kanisus.

Untung K. 1997. Pertanian Organik Sebagai Alternatif Teknologi Dalam Pengembangan Peranian. Diskusi Panel tentang pertanian organik. Lembang: DPD HKTI Jawa Barat.

Wardhani T. 2007. Perbandingan Populasi Larva Odonata di Beberapa Sungai di Pulau Pinang dan Hubungannya Dengan Pengaruh Habitat dan Kualiti Air. Malaysia: [tesis]Universiti Sains Malaysia.

Watson, O’Farrel. 1996. The Complete Field Guide to Drogonflies of Australia. Australia: Csiro Publishing.

Williams D, Feltmate W. 1992. Aquatic Biodiversity. Netherlands: Springer.

Wingun W. 2005. Membangun Karakter Petani Organik Sukses dalam Era Globalisasi. Yogyakarta: Kanisus.

Yani R. 2003. Kepadatan Populasi Larva Plutella xylostela L. (Lepidoptera: Plutellidae), Crocidolomia pavonana Zell. (Lepidoptera: Pyralidae) dan Parasitoidnya pada pertanaman Kubis Bunga yang Menggunakan Insektisida Sintetis dan Agen Hayati. [skripsi]. Padang: Fakultas Pertanian Universitas Andalas.




DOI: https://doi.org/10.35334/jpen.v3i1.1570

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 J-Pen Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian

      P-ISSN/E-ISSN :                                                           Affiliation :

                           


Creative Commons License
All publications in J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.