AKTIVITAS SENYAWA ANTIBAKTERI EKSTRAK PAREPAT (Sonneratia alba) TERHADAP PERTUMBUHAN Ralstonia solanacearum DAN Streptococcus sobrinus

Saat Egra, Mardhiana Mardhiana, Ningrum Indah Rahayu, Nurjannah Nurjannah, Sudirman Sirait, Dwi Santoso, Ankardiansyah Pandu Pradana, Harlinda Kuspradini, Tohru Mitsunaga

Abstract


Abstract

Parepat/pidada putih (Sonneratia alba) is a type of mangrove plant that is used by the traditional tribe for natural medicine. This study uses leaves and stem bark extracted with ethanol. Antibacterial assay uses Ralstonia Solanaceaerum and Streptococcus sobrinus by diffusion agar method. The concentrations used were 5000ppm, 10000ppm, 20000ppm with positive control (Chloramphenicol), and negative control (Ethanol 40%). The results of this study obtain the moisture factor of S. alba leaves has a humidity of 0.31 and stem bark of 0.49. The yield showed that the amount of S. alba leaf extract was 23.86% and the bark was 7.31%. S. alba leaf extract was able to inhibit the bacteria R. solanacearum at concentrations of 5000ppm, 10000ppm and 20000ppm with inhibitory values of 27.46%, 34.34% and 37.78%, respectively. While bark extract can inhibit R. solanacearum at concentrations of 5000 ppm, 10000 ppm and 20000 ppm with inhibitory values of 35.38%, 38.47% and 41.92%, respectively. S. alba leaf extract is able to inhibit S. sobrinus bacteria only at concentrations of 10000 ppm and 20000 ppm with inhibitory values of 28.07% and 48.51%. Whereas S. alba bark extract was able to inhibit S. sobrinus at a concentration of 5000 ppm, 10000 ppm and 20000 ppm with inhibitory values of 16.18%, 49.02% and 61.27%.

 

Keywords: Antibacterial, Leave, Stem bark, Mangrove, S. alba

 

Abstrak

Parepat/pidada putih (Sonneratia alba) merupakan salah satu jenis tumbuhan mangrove yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Penelitian ini menggunakan daun dan kulit batang yang diekstraksi dengan etanol. Pengujian antibakteri menggunakan Ralstonia Solanaceaerum dan Streptococcus sobrinus dengan metode difusi agar sumuran. Kosentrasi yang digunakan yaitu 5000 ppm, 10000 ppm, 20000 ppm dengan kontrol positif (Chloramphenicol), dan kontrol negatif (Etanol 40%). Hasil penelitian ini menunjukkan faktor kelembaban daun S. alba memiliki kelembaban yaitu 0,31 dan kulit batang yaitu 0,49. Rendemen menunjukkan bahwa jumlah ekstrak daun S. alba yaitu 23,86% dan kulit batang 7,31%. Ekstrak daun S. alba mampu menghambat bakteri R. solanacearum pada konsentrasi 5000ppm, 10000ppm dan 20000ppm dengan nilai persentase hambat yaitu masing-masing 27,46%, 34,34% dan 37,78%. Sedangkan ekstrak kulit batang mampu menghambat R. solanacearum pada konsentrasi 5000 ppm, 10000 ppm dan 20000 ppm dengan nilai persentase hambat secara berturut 35,38%, 38,47% dan 41,92%. Ekstrak daun S. alba mampu menghambat bakteri S. sobrinus hanya pada konsentrasi 10000 ppm dan 20000 ppm dengan nilai persentase hambat yaitu 28,07% dan 48,51%. Sedangkan ekstrak kulit batang S. alba mampu menghambat S. sobrinus pada konsentrasi 5000 ppm, 10000 ppm dan 20000 ppm dengan nilai persentase hambat yaitu 16,18%, 49,02% dan 61,27%.

 

Kata kunci: Antibakteri, Daun, Kulit bantang, Mangrove, S. alba.


Full Text:

PDF

References


Ahmad, T., Ruky, S dan Palmi, P. 2002. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi Edisi ke-5. UGM Press. Yogyakarta.

Bandaranayake WM. 2002. Bioaktivities, Bioaktive Compounds of Chemical Constituent and Mangrove Plants. Wetlands Ecology and Management Journal 10:421-452.

Chan EWC, Lim YY, Wong LF. Antioxidant and Tyrosine Inhibition Properties of Leaves and Rhizomes of Ginger Species. Food Chemistry. 109(3): 447-483.

Dewi MK, Ratnasari E, Trimulyono G. 2014. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Majapahit (Crescentia cujete) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Ralstonia solanacearum Penyebab Penyakit Layu. Universitas Negeri Surabaya. Surabaya. 3(1): 51-57.

Egra S., Kusuma IW., Arung ET., Kuspradini H. 2019. The potential of white-oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) as antimicrobial and natural antioxidant. Biofarmasi J Nat Pro Biochem. Vol 16 (1): 17-23

Irsyad Muchammad. 2013. Standardisasi Ekstrak Etanol Tanaman Katumpangan Air (Peperomia pellucida L. Kunth). UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta.

Kristian, J., Zain, S., Nurjannah, S. 2016. Pengaruh Lama Ekstraksi Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Bunga Melati Putih Menggunakan Metode Ekstraksi Pelarut Menguap. Fakultas Teknologi Industri Pertanian. Universitas Padjajaran. Bandung.

Kusumadewi, T., Khotimah, S., Yanti, A, H. 2015. Ekstrak Metanol Buah Sonneratia alba J.E.Sm sebagai Penghambat Pertumbuhan Helminthosporium sp. yang diisolasi dari Daun Jagung. Jurnal Protobiont, 3:2 ,149- 154.

Lamothe RG. 2009. Plant Antimicrobial Agents and Their Effects on Plant and Human Pathogents. Int. J. Mol. Sci. 10: 3400-3419.

Mulyani Y., Bachtiar eri., M, Untung. 2013. Peranan Senyawa Metabolit Sekunder Tumbuhan Mangrove Terhadap Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila Pada Ikan Mas (Cyprinus carpio L.). Universitas Padjajaran. Bandung.

Noor, Y. R. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Wetland International – Indonesia ProGramme.Bogor.

Nuria MC, Faizaitun A, Sumantri. 2009. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jarak Pagar (Jatropa curcas L) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923, Escherichia coli ATCC 25922, dan Salmonella typhi ATCC 1408. Mediagro. 5(2): 26-37.

Olson, Kent, Edior. 2004. Poisoning and Drug Overdose Fourth Edition. California Poison Control System. California.

Ogata, M., M. Hoshi, S. Mangala and T. Endo. 2000. Antioxidant activity of eugenol and related monomeric and dimeric compounds. Chem. Pharm. Bull. 48(10) : 1467-1469.

Pelczar MJ, Chan ECS. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi . Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Purnobasuki H. 2004. Potensi mangrove sebagai tumbuhan obat. Jurnal Biota 9(2): 125-126.

Putri RR, Rafitah H & Indrati K. 2016. Uji Aktivitas Antibakteri dan Uji Fitokimia Ekstrak Daun Mangrove Sonneratia alba. Universitas Mulawarman. 2(1): 43-50.

Rizki, A.A. 2018. Pengaruh Suhu dan Lama Pengeringan Kopra Terhadap Rendemen Minyak. Jurusan Teknik Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Lampung.

Rizkinita Putri, R., Hasanah, R., Kusimaningrum, I. 2016. Uji Aktivitas Antibakteri dan Uji Fitokimia Ekstrak Daun Mangrove Sonneratia alba. J. Aquawarman. Universitas Mulawarman. Samarinda.

Sjahid I.R. 2008. Isolasi dan Identifikasi Flavonoid dari Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L). [Skripsi]. Universitas Surakarta.

Siregar A.F, Sabdono A, dan Pringgenies D. 2012. Potensi Antibakteri Ekstrak Rumput Laut Terhadap Bakteri Penyakit Kulit Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis, dan Micrococcus leteus. Journal of Marine research. 1(2): 152-160.

Siswandono W. 2000. Kimia Medisinal Ed ke-2. Airlangga University Press. Surabaya.

Sudarmadji, S.B. 2009. Analisis Mikrobiologi Pangan. Raja Gerindo Persada. Jakarta.

Sudira IW, Merdana IM, Wibawa IP. 2011. Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Kedondong (Lannea grandis Engl) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Erwinia carotovora. Buletin Veteriner Udayana.

Tapia M.S, Alzamora S.M, and Chirife J. 2007. Effects of water activity (aw) on microbial stability: As a Hurdle in Food Preservation. In: Water Activity in Foods: Fundamentals and Aplications. Barbosa-Canovas, G.V, Fontana Jr, A.J, Schmidt S.J, Labuza, TP (ed). Blackwell Publising. Lowa. USA.

Trianto, A. Wibowo E. Suryono, Sapta R. 2004. Ekstrak daun mangrove Aegiceras corbiculatum sebagai antibakteri Vibrio harveyi dan vibrio parahaemolyticus. Jurnal Ilmu kelautan. 9(4):186-189.

Wijaya Heri, Novitasari, Jubaidah S. 2018. Perbandingan Metode Ekstraksi Terhadap Rendemen Ekstrak Daun Rambai Laut (Sonneratia caseolaris L. Engl). Akademik Farmasi Samarinda. Samarinda.

Yanti, Kuspradini H., Putri AS. Egra S. 2019. Short Communication: In vitro antibacterial activity of essential oils from twelve aromatic plants from East Kalimantan, Indonesia. BIODIVERSITAS. Vol. 20 (7): 2039-2042.




DOI: https://doi.org/10.35334/jpen.v3i2.1624

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian

      P-ISSN/E-ISSN :                                                           Affiliation :

                           


Creative Commons License
All publications in J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.