IDENTIFIKASI DAN STRATEGI PENGUATAN KEARIFAN LOKAL USAHATANI PADI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA LONG MIDANG

Hendris Hendris, Sudirman Sirait

Abstract


Abstract

For their food needs, the people in Long Midang Village still apply traditional values or local wisdom in the utilization and processing of rice cultivation, especially rainfed lowland rice. This research aims to identify local wisdom that has existed and still being maintained, knowing the factors that cause local wisdom to be maintained or abandoned, and formulating strategies to maintain local wisdom. This study uses a qualitative descriptive analysis method and SWOT analysis tool, data obtained through in-depth interviews. The results showed there are 38 local wisdoms in Long Midang Village, 22 local wisdoms are retained while 16 local wisdoms are removed, the factors that cause local wisdom have been maintained are the availability of organic fertilizers, the use of cheaper traditional tools, land preservation and respect for ancestral heritage. The factors that cause local wisdom have been abandoned are changes in insight/knowledge and more efficient modern technology. Strategies to strengthen local wisdom using aggressive strategies (S-O) namely increasing the use of buffalo in cultivating land as a cost-effective and environmentally friendly local wisdom as well as maintaining mutual cooperation wisdom.

 

Key words: Local Wisdom, Rainfed Rice, SWOT



Abstrak

Dalam memenuhi kebutuhan pangannya, masyarakat di Desa Long Midang masih memegang kuat nilai-nilai tradisi adat atau kearifan lokal yaitu dalam pemanfaatan dan pengolahan budidaya padi khususnya padi sawah tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal yang pernah ada dan yang masih dipertahankan, mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kearifan lokal terus dipertahankan atau ditinggalkan, dan merumuskan strategi dalam mempertahankan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan alat analisis SWOT, data diperoleh melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan kearifan lokal di Desa Long Midang berjumlah 38, kearifan lokal yang dipertahankan sebanyak 22 sedangkan kearifan lokal yang ditinggalkan sebanyak 16, faktor-faktor penyebab kearifan lokal di pertahankan adalah tersedianya pupuk organik, penggunaan alat-alat tradisional yang lebih murah, kelestarian lahan dan penghargaan terhadap warisan leluhur. Faktor-faktor penyebab kearifan lokal ditinggalkan adalah perubahan wawasan/pengetahuan dan perkembangan teknologi modern yang lebih efisien. Strategi penguatan kearifan lokal menggunakan strategi agresif (S-O) yaitu meningkatkan penggunaan kerbau dalam pengolahan lahan sebagai salah satu kearifan lokal yang hemat biaya dan ramah lingkungan serta mempertahankan kearifan gotong royong.

Kata kunci: Kearifan Lokal, Sawah Tadah Hujan, SWOT

Full Text:

PDF

References


Elinda, A, dkk. 2017. Rentabilitas Usahatani Jagung Hibrida.https://docplayer.info/56963399-Rentabilitas usahatani jagung hibrida.html. Diakses 17 November 2019.

Roidah,I.S. 2015. Pemanfaatan Lahan Dengan Menggunakan Sistem Hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung Bonorowo Vol 1 No 2. Diakses 11 Oktober 2019.

Musyawirah. 2019. Analisis Rentabilitas Untuk Mengetahui Efisiensi Penggunaan Modal Terhadap Kemampuan Menghasilkan Laba. Skripsi.Universitas Muhammadiyah Makasar. Indonesia.

Seniati,T. 2012. Analisis Rentabilitas Koperasi Unit Desa (Kud) Pratama Jaya Desa Sungai Kuning Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru.

Soekartawi. 2016. Analisis Usahatani. Penerbit Universitas Indonesia (Ui-Press). Jakarta.

Utama, R. 2018. Analisis Usahatani Selada Romaine Hidroponik Rakit Apung Pada Kelompok Tani BR Lembang Jawa Barat. Jurnal Ridho Utama. Diakses 04 November 2019.




DOI: https://doi.org/10.35334/jpen.v4i1.1921

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian

      P-ISSN/E-ISSN :                                                           Affiliation :

                           


Creative Commons License
All publications in J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.