KERAGAMAN, HERITABILITAS, KEMAJUAN GENETIK DAN KORELASI KARAKTER KOMPONEN HASIL JAGUNG PADA CEKAMAN KEMASAMAN TANAH

Eko Hary Pudjiwati, Siti Zahara

Abstract


ABSTRAK

 

 Informasi parameter genetic (keragaman, heritabilitas, kemajuan genetik dan korelasi) diperlukan untuk efektivitas suatu seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk menduga parameter genetik karakter hasil dan komponen hasil jagung dan penentuan kriteria seleksi untuk perbaikan hasil jagung pada kondisi cekaman kemasaman tanah. Percobaaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat ulangan. Bahan tanaman yang digunakan adalah 6 genotipe jagung yaitu MT1, MT2, MT3, MT4, MT5 dan MT6. Hasil penelitian menunjukkan karakter yang memiliki nilai duga heritabilitas tinggi adalah diameter tongkol (52,6 %) dan jumlah baris biji per tongkol (52%). Karakter dengan kemajuan genetik tinggi adalah Panjang tongkol (15,47), diameter tongkol (19,8%) dan jumlah baris biji per tongkol (15,54%). Karakter komponen hasil memiliki korelasi positif nyata dengan hasil kecuali diameter tongkol. Seleksi berdasarkan jumlah baris biji per tongkol lebih efektif untuk perbaikan hasil jagung pada kondisi cekaman kemasaman tanah.

 

Kata kunci: jagung, heritabilitas, korelasi, kemajuan genetik, cekaman kemasaman tanah

 


Full Text:

PDF

References


Abebe, T., Alamerew, S., & Tulu, L. (2017). Genetic variability, heritability and genetic advance for yield and its related traits in rainfed lowland rice (Oryza sativa L.) genotypes at Fogera and Pawe, Ethiopia. Adv. Crop Sci. Tech., 5 (272).

DOI: 10.4172/2329-8863.1000272

Adhikari, B.N., Pokhrel, B.B., & Shrestha, J. (2018). Evaluation and development of finger millet (Eleusine coracana L.) genotypes for cultivation in high hills of Nepal. Fmg. &

Mngmt., 3(1): 37-46.

Agustina K., Sopandie D., Trikoesoemaningtyas dan Wirnas D., 2010. Uji Adaptasi Sorgum pada Lahan Masam Terhadap Toksisitas Aluminium dan Defisiensi Fosfor. Dalam : Prosiding Seminar Nasional Serealia, Maros, 27-28 Juli 2010. Pusat penelitian dan Pengembangan Pertanian: 55-64.

Akhtar, M.S., Y. Oki, T. Adachi, and Md. H.R. Khan. 2007. Analyses of genetic parameters (variability, heritability, genetic adavanced, relationship of yield and yield contributing characters) for some plant traits among Brassica cultivars under phosphorus starved environmental cues. J. Faculty Environ. Sci. Tech. 12 (12):91-98.

Barmawi, M., N. Sa’diyah dan E. Yantama. 2013. Kemajuan Genetik dan Heritabilitas Karakter Agronomi Kedelai (Glycine max [L.] Merrill) Generasi F2 Persilangan Wilis dan Mlg2521. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung.

Bello, O.B., Ige S.A., Azeez M.A., Afolabi M.S., Abdulmaliq S.Y., and Mahamood J. 2012. Heritability and Genetic Advance for Grain Yield and Its Component Characters in Maize

(Zea mays L.). International Journal of Plant Research. 2 (5): 138-145.

Budiman, H. (2020). Sukses bertanam jagung komuditas pertanian yang menjanjikan. Yogyakarta Pustaka Baru Press.

Baihaki, A. 1999. Teknik rancang dan analisis penelitian pemuliaan. Diktat Kuliah. Fakultas Pertanian, UNPAD.

Burton, J.W. 1983. Quantitative genetics: results relevant to soybean breeding, p. 211-248. In J.R. Wilcox (Ed.). Soybean: improvement, production, and uses. Second edition, ASA, Wisconsin.

Gaspersz, V. 1995. Teknik Analisis dalam Penelitian Percobaan. Jilid II. Tarsito. Bandung.

Hadiati, S., H.K. Murdaningsih, dan N. Rostini. 2003. Parameter Karakter Komponen buah pada Beberapa Aksesi Nanas. Zuriat. 14 (2): 53-58.

Kementrian Pertanian. 2014. Statistik Ekspor Impor Komoditas Pertanian 2001-2013. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian. Jakarta.

Kuswantoro, H., D.M. Arsyad dan A. Nur. 2003. Analisis lintas hasil terhadap komponen hasil kedelai pada lahan masam. Agrivita 25 (2): 81- 90.

Nur A, A. T. Makkulawu dan M. Dahlan. 2006. Keragaan dan korelasi komponen hasil terhadap hasil genotipe jagung hibrida. J. Agrivigor 5 (2): 190-192.

Pinaria, A., A. Baihaki, R. Setiamihardja dan A.A. Daradjat. 1995. Variabilitas genetik dan heritabilitas karakter-karakter biomassa 53 genotipe kedelai. Zuriat 6 (2): 88-92.

Qadir, A and M. Saleem. 1991. Correlation and path coefficient analysis in maize (Zea mays L.) Pak. J. Agri. Sci. 28 (4): 395 – 398.

Singh, R.K. and B.D. Chaudhary. 1979. Biometrical Method in Quantitative Genetic Analysis, Kalyani Pub. Ludhiana, New Delhi.

Singh, Y., P. Mittal, dan V. Katoch. 2003. Genetic variability and heritability in turmeric (Curcumalonga L.). Himachal J. Agric. Res. 29(1&2): 31-34.

Van der Heide, J., S. Soetijono, M.S. Syekhfani, Flach, K. Hairiah, S.M Sitompul, and M.V Moordwijk, 1992. Can low eksternal input cropping system on acid upland soils in the humid tropics be sustainable. Agrivita 15: 1 – 10.

Yousaf, A., B.M. Atta, J. Akhter, P. Monneveux, and Z. Lattef. 2008. Genetic variability, association and diversity studies in wheat (Triticum aestivum L.) germplasm. Pak. J. Bot. 40(5): 2087-2097.

Zen, S. dan Bahar. 1996. Penampilan dan Pendugaan Parameter Genetik Tanaman Jagung. Agri J. 3 (2): 1 – 9.




DOI: https://doi.org/10.35334/jpen.v4i2.2091

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian

      P-ISSN/E-ISSN :                                                           Affiliation :

                           


Creative Commons License
All publications in J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.