SEBARAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN DI KOTA TARAKAN DAN PREDIKSI POTENSI BAHAYA EROSI BERBASIS (SIG)

Nur Indah Mansyur, S.P., M.P, Ramdani A.I

Abstract


ABSTRACT

Land use analysis is useful to identify the mechanisms of changes that occur in a land through a spatial approach in the Geographical Information System. The spatial approach is carried out by using the Arcgis program to analyze geographic data into map units. This study aimed to (1) determine the design of a Geographical Information System (GIS) in an inventory of the use and erosion potential hazards of agricultural land in Tarakan, and (2) inform the use and erosion potential hazards of agricultural land in Tarakan. this study took spatial data from the Public Works and Spatial Planning Office (DPUTR) of Tarakan, Digital Elevation Model (DEM) data to analyze the slope and height of Tarakan and field surveys using GPS. The results showed that the area of agricultural land use in Tarakan in general was 75.33%, dominated by forest land use 38.91%, non-residental open land 25.72%, agriculture 9.35% and plantation land 1.35%. In the land use system, it was never separated from the type of land cover. There were 10 types of land cover in Tarakan including urban forest, dry land forest, swamp/peat forest, mixed garden, dry land/fields, open land, shrubs, orchid botanical gardens, meadows and rice fields. Tarakan had the potential for erosion hazards which could be seen from the slope factor. From 2012-2020, there was an erosion of the area of the slope in each class, namely flat, sloping, steep, rather steep and very steep as well as a reduction in height from 124 MASL in 2012 to 107 MASL in the year 2020. With the existence of land cover and the potential danger of erosion, the land management approach in Tarakan must prioritize aspects of land intensification and conservation, so that the ecosystem can be maintained in a sustainable manner.

Keywords : Land Use, Geographical Information System (GIS), Erosion Hazard Potential

 

ABSTRAK

Analisis penggunaan lahan berguna untuk mengidentifikasi mekanisme perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu lahan melalui pendekatan spasial dalam Sistem Informasi Geografis. Pendekatan spasial dilakukan dengan menggunakan program Arcgis untuk menganalisis data  geografis kedalam satuan peta. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui rancangan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam inventarisasi penggunaan dan potensi bahaya erosi lahan pertanian di Kota Tarakan, dan (2) menginformasikan penggunaan dan potensi bahaya erosi lahan pertanian di Kota Tarakan.. Penelitian ini mengambil data spasial dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan, data Digital Elevation Model (DEM) untuk menganalisis kemiringan lereng serta ketinggian Kota Tarakan dan survey lapangan menggunakan GPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas penggunaan lahan pertanian di Kota Tarakan secara umum 75,33%, didominasi penggunaan lahan hutan 38,91%, lahan terbuka non pemukiman 25,72%, pertanian secara khusus 9,35% dan lahan perkebunan 1,35%. Dalam sistem penggunaan lahan tidak pernah terlepas dari jenis tutupan lahan, tutupan lahan di Kota Tarakan terdapat 10 jenis tutupan meliputi hutan kota, hutan lahan kering, hutan rawa/gambut, kebun campuran, tegalan/ladang, lahan terbuka, semak belukar, kebun raya anggrek, padang rumput dan sawah. Kota Tarakan memiliki potensi bahaya erosi dapat dilihat dari faktor kemiringan lereng dari tahun 2012-2020 terjadi pengikisan luas kemiringan lereng di setiap kelasnya yaitu datar, landai, curam, agak curam dan sangat curam serta terjadinya pengurangan ketinggian dari 124 mdpl tahun 2012 menjadi 107 mdpl ditahun 2020. Dengan adanya tutupan lahan dan potensi bahaya erosi tersebut maka pendekatan pengelolaan lahan di Kota Tarakan harus lebih mengedepankan aspek intensifikasi dan konservasi lahan, agar ekosistem dapat terpelihara secara berkelanjutan.

Kata kunci : Penggunaan Lahan, Sistem Informasi Geografis (SIG), Potensi Bahaya Erosi


Full Text:

PDF

References


Affan, F. M. (2014). Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Untuk Pemukiman Dan Industri Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Jurnal Ilmiah Pendidikan Geografi, 2(1):49-60.

Arsyad, S. (2010). Konservasi Tanah dan Air. Bogor: IPB Press.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2019). Data Produktivitas Pertanian Kalimantan Utara. Kalimantan Utara: BPS.

Badan Standardisasi Nasional. (2014). Klasifikasi Penutup Lahan. Jakarta: BSN.

Departemen Kehutanan. (1986). Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Rencana Teknik Lapangan Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah. Jakarta: Departemen Kehutanan.

Dinas Pekerjaan Umum Tarakan (DPUTR). (2020). Data Spasial Kota Tarakan. Tarakan: DPUTR.

Faddel, R. (2019). Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Untuk Pemukiman di Kecamatan Tilatang Kamang. Jurnal Kapita Selekta Geografi, 116-125.

Hansen, M., Defries, R., Townshend, J., & Sohlberg, R. (2000). Global Land Cover Classification at 1 Km Spatial Resolution Using a Classification Tree Approach. International Journal of Remote Sensing.21: 1331-1364

Hidayati, F., Yonariza, Nofialdi, & Yuzaria, D. (2018). Intensifikasi Lahan Melalui Sistem Pertanian Terpadu. Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, 1, 113-119.

Indrasmoro, G. P. (2013). Geographic Information System (GIS) Untuk Daerah Rawan Longsor Studi Kasus di Kelurahan Karang Anyar Gunung Semarang. Jurnal GIS Deteksi Rawan Lonsor.

Kartika, I., Indarto, Pudjojono, M., & Ahmad, H. (2016). Pemetaan Tingkat Bahaya Erosi Pada Level Sub-DAS Studi Pada Dua DAS Identik. Jurnal Agroteknologi. 10(01) : 117-128.

Latuamury, B. (2020). Pemodelan Perubahan Penggunaan Lahan dan Karakteristik Resesi Aliran Dasar Sungai. Yogyakarta: Deepublish.

Mansyur, N. I., Hanudin, E., Purwanto, B. H., & Utami, S. N. H. (2019). Morphological characteristics and classification of soils formed from acidic sedimentary rocks in North Kalimantan. Ilmu Bumi dan Lingkungan, 1-9.

Marhendi, T., & Iskahar. (2017). Pengaruh Faktor Panjang Kelerengan Terhadap Penentuan Awal Erosi Lahan (Vol. 1). Jurnal Riset Sains Teknologi.

Munir, A. (2012). Ilmu Ukur Wilayah dan Sistem Informasi Geografis. Makassar: Kencana.

Prahasta, E. (2001). Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografi. Bandung: Informatika.

Prahasta, E. (2009). Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis Perspektif Geodesi. Bandung: Informatika.

Puntodewo, A., Dewi, S., & Tarigan, J. (2003). Sistem Informasi Geografis Untuk Pengelolaan Sumberdaya Alam. Bogor: CIFOR.

Sampurno, R. M., & Thoriq, A. (2016). Klasifikasi Tutupan Lahan Menggunakan Citra Landsat 8 Operational Land Imager (OLI) di Kabupaten Sumedang . Jurnal Teknotan. 10(2) : 61-70

Sunartomo, A. F. (2011). Inventarisasi dan Sebaran Lahan Kritis di Kabupaten Situbondo. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Jember. 5(1) : 12-22

Suseno, A., & Agus, R. (2012). Penggunaan Quantum GIS Dalam Sistem Informasi Geografis. Bogor.

Syah, M. W., & Hariyanto, T. (2013). Klasifikasi Kemiringan Lereng Dengan Menggunakan Pengembangan Sistem Informasi Geografis Sebagai Evaluasi Kesesuaian Landasan Pemukiman Berdasarkan Undang-Undang Tata Ruang dan Metode Fuzzy. Jurnal Teknik Pomits. 10(10) : 1-6.

Yumai, Y., Tilaar, S., & Makarau, V. H. (2019). Kajian Pemanfaatan Lahan Pemukiman di Kawasan Perbukitan Kota Manado. Jurnal Spasial. 6(3): 862-871




DOI: https://doi.org/10.35334/jpen.v4i2.2145

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian

      P-ISSN/E-ISSN :                                                           Affiliation :

                           


Creative Commons License
All publications in J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.